AddMe - Search Engine Optimization
Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan

22 April 2008

Mengatasi Masalah Computer Hanging

Salah satu masalah yang sering dihadapi pengguna komputer adalah komputer “hanging”. Di antara penyebab komputer selalu “hanging” adalah serangan virus , memori yang tidak mencukupi untuk menampung program yang sedang dijalankan , hardware terlalu panas dan file-file windows atau program yang rusak. Jika komputer anda “hanging” apakah cara yang anda gunakan untuk mengatasi masalah ini sedangkan anda tidak dapat menggunakan komputer pada waktu tersebut. Adakah anda akan melakukan shut down pada komputer atau ada cara lain?

Sekiranya anda mengalami masalah ini apa yang perlu anda lakukan adalah dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del pada keyboard secara bersamaan. Setelah anda tekan tombol tersebut akan muncul jendela Task Manager seperti gambar dibawah :



Di bawah applications anda akan melihat applications yang sedang dijalankan. Disebelah task akan ditampilkan status applications tersebut apakah running atau not responding. Untuk menutup applications yang not responding klik pada applications tersebut dan klik End Task. Cara lain untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan software. Banyak software-software yang boleh digunakan.Salah satu software yang boleh digunakan secara gratis disamping berguna untuk mengatasi masalah lain adalalah :

AnVir Task Manager Free

  • Detect known and unknown Trojans, spyware and viruses and remove them.
  • Speed up Windows boot time.
  • Increase PC performance.
  • Learn more about what is going on under the hood.
  • Make everyday PC usage more convenient.

Benefits of our products:
  1. Complement antivirus software.
  2. Compatible with all popular anti-virus software.
  3. Attractive user interface.
  4. Handy presentation of information.
  5. Work fast, uses very little of system resources.
  6. Can replace Windows Task Manager.

nb : Pastikan anda tidak membuka terlalu banyak applications dalam waktu yang sama untuk mencegah komputer anda hanging.

13 Februari 2008

Tidak dapat menghapus file

Saat Anda menghapus file, muncul kotak dialog :

Cannot delete "nama_file", cannot find the specified path.
Make sure you typed the right path.

Penyebab :

Hal ini terjadi karena Recycle Bin mengalami corrupt. Masalah ini biasanya muncul jika Anda menginstall dan meng-uninstall software Fix-It Utilities.

Solusi :

Untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut ini :
Restart komputer Anda.
Sebelum muncul logo Windows, tekan F8 lalu pilih Command Prompt Only.
Pada Dos Prompt, ketikkan :

attrib -r -s -h c:\recycled
deltree c:\recycled

12 Februari 2008

Mengatasi masalah pada RAM

Q : Mengapa Windows mendeteksi RAM yang lebih sedikit dari yang sesungguhnya ?
A : Ada banyak hal yang menyebabkan, diantaranya adalah :

  1. "Kerusakan" fisik". Untuk mengatasinya Anda harus memeriksa kondisi fisik RAM tersebut. Buka casing komputer Anda, lalu cabut RAM tersebut. Bersihkan apabila RAM dan socketnya kotor. Periksa juga apakah ada karat. Anda juga harus memastikan bahwa RAM tersebut dari bahan yang sama (keemasan atau keperakan). Jika berbeda, sebaiknya Anda mengganti RAM tersebut.
  2. ROM Shadowing Pada beberapa BIOS dan driver 16 bit, kadang-kadang memakai sebagian (baca : sedikit) RAM sebelum Windows dijalankan. Beberapa BIOS juga terdapat feature ROM shadowing yang akan mengcopy isi dari system dan video BIOS ROM ke RAM guna meningkatkan performa komputer (Pada DOS dan Windows 3.1 ). Hal ini karena kecepatan ROM lebih rendah dari RAM. Tetapi jika Anda memakai Windows 95/98/NT dengan memori yang minim sebaiknya feature ROM shadowing dimatikan saja (dari CMOS setup), karena Windows 95/98/NT jarang sekali mengakses ROM sehingga RAM tersebut dapat digunakan oleh Windows.
  3. Penggunaan VGA card on board. Jika misalnya Anda memiliki RAM 32 Mb dan VGA card 2 Mb, maka RAM yang dapat digunakan hanya sebesar 30 Mb (32 Mb - 2 Mb). Jadi sebaiknya jangan memakai VGA card on board.
  4. Terdapat driver atau program yang dijalankan dari config.sys atau autoexec.bat yang bekerja menggunakan RAM. Solusinya : Edit file autoexec.bat dan config.sys dengan menggunakan Notepad. Lalu editlah pada baris yang "mencurigakan" atau yang kira-kira digunakan untuk me-load program. Bila ketemu tambahkan kata REM (tetapi bila Anda menambahkan kata REM maka program tersebut tidak akan di-load/dijalankan). Bila Anda memakai driver CD-ROM 4x dari Teac, ubahlah parameter xmssize= -1 pada autoexec.bat menjadi xmssize=0.
  5. Virtual device driver dijalankan dari system.ini. Untuk mengatasinya buka system ini dengan cara klik Start - Run - ketikkan sysedit. Pilih system.ini. Lalu editlah pada baris yang kira-kira digunakan untuk meload virtual device driver. Alternatif lainnya adalah dengan membuat file system.ini yang baru.
  6. Terdapat baris Maxphyspage pada file system.ini Silakan lihat pada file system.ini, apakah terdapat baris Maxphyspage atau tidak. Jika ya, hapus baris tersebut.
  7. Kesalahan pada CMOS setting. Pada beberapa komputer terdapat feature Memory Hole at 16 Mb atau Hold to 15 Mb RAM. Jika feature tersebut di enable maka jika Anda memiliki RAM yang lebih besar dari 15 Mb atau 16 Mb, Windows tetap akan mendeteksi sebesar 15 Mb atau 16 Mb. Untuk mengatasi hal ini, silakan di disable feature tersebut.
  8. Meload Ramdrive.sys dari config.sys Check your Config.sys file for a line containing "Ramdrive.sys." If you have this line, it means you are using a RAM drive. To disable the RAM drive, remove or disable the line in the Config.sys file that contains "ramdrive.sys." To disable the line, use a text editor (such as Notepad) to edit the Config.sys file and place a semicolon (;) at the beginning of the line. Buka file config.sys dengan Notepad. Cek pada file tersebut, apakah terdapat baris ramdrive.sys. Jika ya, hapus baris tersebut.

Q : Setelah menambah RAM, mengapa RAM yang terdeteksi masih sama ?
A : Setelah Anda menginstall RAM, Anda harus melakukan Setup BIOS ulang. Caranya, pada saat pertama kali menghidupkan komputer sampai muncul logo BIOS, tekan Del (untuk beberapa komputer mungkin Ctrl+Alt+Del atau kombinasi key yang lain). Setelah selesai, pilih Save Setting and Exit. Sebagai tambahan informasi untuk setting tersebut, Anda bisa membaca pada manul booknya.

Q : Mengapa terjadi error setelah saya menginstall RAM baru ?
A : Anda bisa melihat pada manual booknya. Untuk beberapa BIOS : Jika Anda menginstall (misalnya) 2-4 Mb SIMMS dan 2-8 Mb SIMMS, Anda harus meletakkan RAM yang lebih besar pada Bank 1.

Q : Setelah saya menginstall RAM baru, mengapa sering terjadi Blue Screen ?
A : Pada komputer yang menggunakan bus 66 MHz (Pentium 133 atau yang lebih tinggi), dibutuhkan RAM dengan kecepatan 60 ns atau yang lebih tinggi. Anda bisa saja menggunakan RAM dengan kecepatan yang lebih kecil dari 60 ns tapi Anda harus mengubah setting Wait State pada BIOS. Ubahlah setting tersebut dari 0 (nol) menjadi 1 (satu).

Q :Mengapa muncul tulisan Parity Check Error ?
A : Tulisan parity check error dapat muncul jika terdapat kerusakan pada salah satu RAM, salah satu proses DMA tidak berjalan dengan lancar, atau karena terdapat virus parity boot pada hard disk Anda.